Halo Sobat Setia! Kali ini, tim Setia Karya AC mendapatkan proyek pemasangan AC konvensional pada alat berat Sumitomo SH130 di daerah Bekasi. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan operator saat menjalankan aktivitas pekerjaan di lapangan.
Sumitomo SH130 merupakan alat berat jenis excavator yang banyak digunakan dalam pekerjaan konstruksi, seperti penggalian tanah, pemindahan material, dan pekerjaan di area proyek. Dengan dukungan sistem hidrolik serta lengan dan bucket untuk menggali, alat berat ini membantu berbagai kebutuhan operasional di lapangan.
Pemasangan AC pada kabin Sumitomo SH130 menjadi salah satu upaya untuk menjaga kenyamanan operator, terutama ketika harus bekerja dalam waktu lama di tengah cuaca panas. Proses pemasangan AC konvensional ini memerlukan pemeriksaan kondisi kabin, penentuan posisi komponen, serta instalasi yang tepat agar sistem pendingin dapat berfungsi dengan baik.
Penasaran bagaimana proses pemasangan AC alat berat Sumitomo SH130 di Bekasi? Yuk, ikuti tahapan pengerjaannya bersama tim Setia Karya AC sampai selesai!
1. PENGECEKAN MENYELURUH PADA AREA KENDARAAN


Pada tahap awal, tim Setia Karya AC melakukan pemeriksaan menyeluruh pada unit alat berat Sumitomo SH130 sebelum memulai proses pemasangan AC konvensional. Pemeriksaan dilakukan secara teliti, mulai dari kondisi bodi dan kabin hingga area mesin kendaraan, untuk mengetahui kondisi unit secara keseluruhan.
Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan tidak terdapat kendala lain yang berpotensi menghambat proses pengerjaan. Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, tim mekanik dapat mengidentifikasi kondisi kendaraan dan mempersiapkan proses instalasi dengan lebih terencana.
Melalui tahap pemeriksaan ini, pemasangan AC konvensional pada alat berat Sumitomo SH130 di Bekasi diharapkan dapat berjalan lebih lancar, aman, dan sesuai dengan kebutuhan unit.
2. PEMASANGAN KOMPONEN AC


Setelah pemeriksaan menyeluruh selesai dilakukan dan tidak ditemukan kendala lain yang menghambat pekerjaan, tim Setia Karya AC melanjutkan proses pemasangan komponen AC konvensional pada alat berat Sumitomo SH130.
Pemasangan dilakukan pada sejumlah komponen utama sistem AC, seperti blower box, extra fan, drier, serta komponen pendukung lainnya. Setiap komponen dipasang dengan memperhatikan posisi dan kebutuhan instalasi agar dapat terpasang dengan baik.
Tahap ini memerlukan ketelitian untuk memastikan seluruh komponen saling terhubung dengan tepat dan mendukung kinerja sistem pendingin. Dengan pemasangan yang terencana, proses instalasi AC pada alat berat Sumitomo SH130 dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
3. PEMBUATAN BRACKET KOMPRESOR


Setelah pemasangan beberapa komponen AC selesai dilakukan, tim Setia Karya AC melanjutkan pekerjaan dengan membuat bracket khusus untuk kompresor AC pada alat berat Sumitomo SH130.
Bracket merupakan dudukan atau penyangga yang berfungsi untuk menopang dan menjaga posisi kompresor AC agar terpasang dengan kuat pada kendaraan. Pada pemasangan AC di alat berat, bracket perlu dibuat atau disesuaikan karena posisi dan ruang pemasangan kompresor dapat berbeda dengan kendaraan pada umumnya.
Proses pembuatan bracket dilakukan dengan memperhatikan ukuran, posisi, dan kekuatan dudukan agar kompresor dapat terpasang dengan stabil. Ketepatan pembuatan bracket sangat penting untuk membantu mengurangi getaran berlebih serta meminimalkan risiko kompresor bergeser saat alat berat beroperasi.
Dengan pembuatan bracket yang sesuai kebutuhan unit, proses pemasangan AC konvensional pada Sumitomo SH130 dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan lebih terencana dan presisi.
4. PEMASANGAN PART KOMPRESOR

Setelah proses pembuatan bracket kompresor selesai, tim Setia Karya AC melanjutkan pekerjaan dengan memasang bracket tersebut pada unit alat berat Sumitomo SH130. Pemasangan dilakukan secara teliti untuk memastikan dudukan kompresor terpasang dengan kuat dan berada pada posisi yang tepat.
Selanjutnya, kompresor AC dipasang pada bracket yang telah dibuat dan disesuaikan dengan kebutuhan unit. Ketepatan posisi pemasangan sangat penting untuk menjaga kestabilan kompresor serta mendukung kinerja sistem AC selama alat berat beroperasi.
Dengan terpasangnya bracket dan kompresor AC, proses pemasangan AC konvensional pada alat berat Sumitomo SH130 berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu penyelesaian instalasi dan pemeriksaan komponen pendukung lainnya.
5. PROSES VAKUM & ISI FREON

Setelah kompresor AC berhasil dipasang dengan presisi, tim Setia Karya AC melanjutkan proses pengerjaan dengan melakukan flushing pada sistem AC untuk membantu membersihkan sisa kotoran yang mungkin tertinggal di dalam jalur sistem pendingin.
Setelah proses flushing selesai, kami melakukan pengisian freon sesuai dengan takaran yang dibutuhkan oleh sistem AC. Pengisian dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dan spesifikasi instalasi agar kinerja pendinginan dapat berjalan dengan optimal.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pemasangan AC konvensional pada alat berat Sumitomo SH130 sebelum dilanjutkan ke pemeriksaan akhir dan pengujian suhu AC untuk memastikan sistem pendingin berfungsi dengan baik.
6. TEST SUHU AC KABIN

Setelah seluruh proses pemasangan komponen, pemasangan kompresor, flushing, dan pengisian freon selesai dilakukan, tim Setia Karya AC melanjutkan ke tahap akhir, yaitu pengujian suhu AC pada alat berat Sumitomo SH130.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui hasil pendinginan sekaligus memastikan sistem AC dapat bekerja dengan baik setelah proses instalasi selesai. Pemeriksaan suhu menjadi salah satu bagian penting untuk mengevaluasi hasil pemasangan AC konvensional pada alat berat.
Dari hasil pengujian, suhu AC Sumitomo SH130 berhasil mencapai 4°C. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem AC mampu menghasilkan udara dingin selama pengujian. Dengan selesainya tahapan ini, proyek pemasangan AC konvensional pada alat berat Sumitomo SH130 di Bekasi telah mencapai tahap akhir dan siap untuk dievaluasi sebelum digunakan dalam aktivitas operasional.
Melalui pengerjaan yang teliti dan terstruktur, Setia Karya AC terus berupaya memberikan layanan pemasangan AC kendaraan dan alat berat sesuai kebutuhan setiap unit.
